25.6 C
Medan
Minggu, 14 April 2024

Dinkes P2KB Batu Bara Uji Resistensi Insektisida Malaria di Wilayah Endemis Tanjung Tiram

Menarik untuk dibaca

Redaksi
Redaksihttps://www.akses.co/
Redaktur berita di https://www.akses.co
- Advertisement -[the_ad_placement id="artikel-bawah-judul-diatas-teks"]

BATU BARA, aksesco.id – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Batu Bara melakukan uji resistensi insektisida malaria di wilayah endemis Kecamatan Tanjung Tiram, yakni di di Desa Guntung dan Desa Sukamaju. Kegiatan ini dilaksanakan dimulai tanggal 25-30 Agustus 2023.

Uji resistensi insektisida malaria di Kecamatan Tanjung Tiram ini juga melibatkan dari perwakilan Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Dinkes P2KB Batu Bara, dan NGO Bidang Kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Deni Syahputra dalam press release nya menyebutkan, bahwa kegiatan ini menguji efektivitas suatu insektisida pada serangga/ vector.

“Uji ini dilakukan untuk mengukur tingkat resistensi Vektor terhadap 3 jenis insektisida yang di gunakan yakni, Insektisida golongan Permethrin, lamdacyhalothrin & malathion.,” sebutnya, Rabu (30/08/2023).

Adapun vektor yang di uji yakni Nyamuk Anopheles dengan menggunakan alat dan bahan yang digunakan, tabung aspirator, senter, kain kasa, paper cup, karet gelang, kapas, dan larutan gula.

Pada pengujian kali ini nyamuk yang ditangkap selama kegiatan sebanyak ± 1.200 ekor, dengan rincian nyamuk Anopheles sebanyak 720 Ekor. Sedangkan daerah yang paling banyak didapati Nyamuk Anopheles yakni berada di Desa Guntung.

Untuk diketahui, Nyamuk Anopheles adalah hewan yang menyebarkan malaria pada manusia. Saat infeksinya menyebar, gangguan kesehatan parah bisa terjadi sehingga penting untuk mencegahnya sebelum terjadi. Terdapat 400 spesies nyamuk Anopheles, tetapi hanya 30-40 menyebarkan malaria secara alami. (firs)

- Advertisement -[the_ad_placement id="iklan-diabwah-artikel"]

Berita Selanjutnya

[gs-fb-comments]
- Advertisement -[the_ad_placement id="sidebar-1"]

Juga banyak dibaca