27.8 C
Medan
Jumat, 24 Mei 2024

Harun Mustafa Usulkan nama Jenderal Abdul Haris Nasution Jadi Nama Bandara di Madina

Menarik untuk dibaca

Redaksi
Redaksihttps://www.akses.co/
Redaktur berita di https://www.akses.co
- Advertisement -[the_ad_placement id="artikel-bawah-judul-diatas-teks"]

MEDAN, aksesco.id – Wakil Ketua DPRD Sumut H. Harun Mustafa Nasution usulkan Bandara Mandailing Natal (MADINA) diberi nama Bandara Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution.

Hal itu disampaikan Harun saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Sumut bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumut dan Madina, Senin (28/8). Harun mengatakan, nama Jenderal A.H. Nasution sangat layak diusulkan sebagai nama Bandara di Madina yang ditargetkan pembangunannya selesai Desember tahun ini.

“Alm. Jenderal A.H. Nasution itu pahlawan nasional putra asli Mandailing Natal. Semasa hidupnya berjuang untuk bangsa dan negara, jadi sangat layak nama beliau kita usulkan sebagai nama Bandara di Madina sebagai bentuk penghargaan dan kebanggaan, kata Harun.

Harun menjelaskan, pihak ahli waris keluarga besar Jenderal A.H. Nasution mendukung penuh usulan tersebut dan sudah menulis surat persetujuan atas usulan dipakainya nama Jenderal A.H. Nasution sebagai nama Bandara di Madina.

“DPRD Sumut secara resmi akan berkirim surat ke Pemerintah Kabupaten Madina mengusulkan agar nama Bandara di Madina tersebut diberi nama Bandara Jenderal Abdul Haris Nasution,” kata Harun.

Harun menjelaskan, kehadiran Bandara di Madina pasti akan berdampak baik bagi pembangunan daerah maupun ekonomi masyarakat sekitar. Kata dia, Bandara Madina ini nantinya bisa dilandasi Pesawat Boeing dan pesawat ukuran besarnya.

Harun mengatakan, ada juga usulan rencana pembahasan rapat di Komisi D yakni jangka panjang dari pembangunan Bandara di Madina nanti bisa untuk melayani keberangkatan haji.

“Jadi tidak lagi ke Medan, langsung dari Madina. Tapi kita selain Bandara kita siapkan juga sarana dan prasarana lainnya, seperti asrama haji dll. Jadi jamaah se Tabagsel dan sekitar tidak perlu lagi ke Medan jalan darat 12 jam, lalu terbang berangkat haji. Toh Bandara di Madina nanti bisa menampung pesawat Boeing yang ukurannya besar untuk jamaah,” tutup Harun.

- Advertisement -[the_ad_placement id="iklan-diabwah-artikel"]

Berita Selanjutnya

[gs-fb-comments]
- Advertisement -[the_ad_placement id="sidebar-1"]

Juga banyak dibaca