28.9 C
Medan
Jumat, 27 Januari 2023

Lingkar Nalar Indonesia : Kembalikan  Konsep Waterfront City di Medan

Menarik untuk dibaca

Redaksi
Redaksihttps://www.akses.co/
Redaktur berita di https://www.akses.co
- Advertisement -

MEDAN, akses.co – Yayasan Lingkar Nalar Indonesia (LNI) mendukung program Pemerintah Kota (Pemko) Medan merivitalisasi sejumlah sungai di Kota Medan. Selain sebagai upaya mengantisipasi banjir, revitalisasi sungai juga untuk mengembalikan konsep waterfront city di Kota Medan.

Mengingat, penerapan waterfront city di Indonesia, termasuk juga di Kota Medan telah dimulai sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda, 1620 lalu.

Pada saat itu, pengembangan kawasan pemerintahan, perdagangan hingga pemukiman warga dilakukan di sepanjang tepian air, dengan menjadikan aliran air sebagai wajah. Karenanya, seluruh bangunan disiapkan menghadap aliran air, bukan membelakanginya.

Pembina Yayasan Lingkar Nalar Indonesia, Indra Gunawan mengungkapkan atas dasar itulah, Yayasan Lingkar Nalar Indonesia mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemko) Medan merivitalisasi sejumlah sungai diantaranya Sungai Babura, Sungai Bederah dan Sungai Deli.

“Yang pertama menerapkan konsep waterfront city ini adalah Belanda. Karena, Indonesia dijajah Belanda, Belanda pun menerapkan konsep waterfront city ini di Indonesia, termasuk di Medan,” jelas Indra saat konperensi pers di Kantor Yayasan Lingkar Nalar Indonesia di Jalan Pendidikan, Medan, Minggu (22/9/2019).

Indra Gunawan menambahkan untuk menerapkan konsep waterfront city memang harus dimulai dengan merevitalisasi sungai. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri sangat mendukung rencana Pemko Medan merevitalisasi sungai.

“Rencana revitalisasi sungai ini pun memunculkan fenomena sosial. Belakangan muncul perlawan sosial. Dijadikan politisasi, seperti imbauan untuk meninggalkan bibir sungai dianggap intimidasi,” ujarnya.

Diketahui, tidak sedikit warga yang berdomisili di bibir sungai. Padahal, sudah ada peraturan yang menyatakan bibir sungai merupakan lahan terbuka hijau.

Hal ini menjadi tanggungjawab Pemko Medan menertibkan warganya yang sudah terlanjur menetap di pinggiran sungai. Seperti di kawasan Sungai Babura dan Sungai Deli, kawasannya sudah sangat memprihatinkan. Setiap tahun, para warga di kawasan kedua sungai itu menjadi korban banjir ketika musim hujan.

“Jangan sampai konflik sosial ini menghalangi Pemko Medan merevitalisasi sungai. Karena, selama dua dekade lebih, masyarakat Kota Medan mendambakan Kota Medan bebas dari banjir,” pungkasnya.

Dukung Pemko Medan Revitalisasi Sungai, Ini yang Akan Dilakukan LNI

Untuk mendukung rencana revitalisasi sungai itu, Yayasan Lingkar Nalar Indonesia akan melakukan sejumlah langkah.

Peneliti Muda Yayasan Lingkar Nalar Indonesia (LNI), Imam Syuhada Akbar mengungkapkan sejumlah langkah yang akan dilakukan Lingkar Nalar Indonesia diantaranya melakukan penelitian dan advokasi terkait budaya di sepanjang alur sungai di Kota Medan.

Selain itu, melakukan riset data dan regulasi terkait keberadaan sungai-sungai di Kota Medan.

“Kami juga akan mengawal proses revitalisasi fungsi sungai di Medan dan mempersiapkan langkah-langkah mediasi menuju proses penataan kota di Medan,” jelasnya. (rel)

- Advertisement -spot_img

Berita Selanjutnya

- Advertisement -

Juga banyak dibaca