25.6 C
Medan
Minggu, 14 April 2024

Hari Bertanjak Internasional Agar Melayu Tetap Exist, Coming Soon: Batu Bara Bertanjak Jilid-5 Bakal Megah

Menarik untuk dibaca

Redaksi
Redaksihttps://www.akses.co/
Redaktur berita di https://www.akses.co
- Advertisement -[the_ad_placement id="artikel-bawah-judul-diatas-teks"]

BATU BARA, aksesco.id – Masyarakat Melayu di Kabupaten Batu Bara menggelar Hari Bertanjak Internasional dengan tema ‘Batu Bara Bertanjak Jilid-4′ sekaligus do’a bersama bagi Wangsa Melayu Rempang Galang. Kegiatan ini dilaksanakan di Istana Niat Lima Laras Kecamatan Nibung Hangus, Sabtu (16/09/2023).

Sebagaimana diketahui Batu Bara Bertanjak ini di inisiasi oleh Majlis Belia Melayu Batu Bara (MBMBB) dan kali ini pada Jilid ke-4 berkolaborasi dengan kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam PB Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Batu Bara (IPMBB) dan lembaga/organisasi lainnya.

Ketua Umum PB IPMBB Darmawan Sarianto Nasution mengucapkan ribuan terima kasih kepada para hadirin yang telah mendukung acara kegiatan Batu Bara Bertanjak Jilid IV.

“Insyah Allah untuk jilid ke-5 akan datang, Batu Bara Bertanjak akan kita gelar tiga hari tiga malam dan sekaligus kita akan gelar Festival Budaya Melayu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MBMBB Jefrizal Amnil menyebutkan Batu Bara Bertanjak ini awal mula di buat pada tahun 2020 lalu, yang diamanahkan tuan guru yang berada di Riau. Ia menjelaskan bahwa Seluruh Melayu hari ini 16 September merayakan Hari Bertanjak Sedunia.

“Kami selaku Majlis Belia Melayu Batu Bara berharap kepada seluruh penggiat Melayu di Batu Bara bisa mengembangkan adat istiadat suku Melayu, baik itu berupa pakaian seperti tengkuluk dan tanjak dapat dikembangkan, sehingga generasi yang akan datang bisa mengenang bahwa Batu Bara ini adalah Melayu,” ujar Jefri mengingatkan.

Jefri juga menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan kembali Budaya Melayu yang hampir redup di Kabupaten Batu Bara. Karena menurutnya saat ini, dengan adanya Batu Bara Bertanjak ini Melayu semakin berkembang kembali.

Tak hanya jilid 1 hingga 4, namun pada tahun mendatang Batu Bara Bertanjak jilid ke-5 bakal digelar lebih meriah lagi dengan tempat dan suasana yang berbeda dan persiapan yang lebih matang lagi.

“Insyaallah akan kita laksanakan di Indrapura Kecamatan Air Putih dan tetap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga lainnya seperti IPMBB dan suku sakat Melayu lainnya agar bisa membesarkan jilid yang ke-5 nanti,” sebut Jefri.

Kedepannya pada Jilid ke-5 itu, sebagai inisiator pelaksana Batu Bara Bertanjak, Jefri juga mengharapkan agar dapat berkolaborasi bersama dengan Pemerintah setempat.

“Karena pada awal hingga jilid ke-4 ini ada mengundang khusus kepada Pemerintah, namun karena situasi dan kondisi dari kepanitiaan tidak ada mengundang secara khusus, namun undangan ini kita sampaikan secara terbuka dengan niatan hati,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini, Jefri juga menjelaskan perbedaan tengkuluk dan tanjak. Kemudian juga di bahas oleh tamu undangan lainnya asal muasal Melayu di Batu Bara, dan pembahasan mengenai kepemilikan tanah suku sakat Melayu atau tanah daulat.

Sementara itu Ketua DPW HIKABARA Sumut Datok Dr.H.Azizul Kholis tegas menyatakan siap bergandengan tangan untuk melaksanakan Batu Bara Bertanjak ini lebih meriah lagi dengan mengundang seluruh perantauan Batu Bara yang ada di Sumut, yang akan digelar di tahun depan di Mesjid Jami’ Indrapura.

Sedangkan Ketua Umum DPP HIKABARA Datok H.Helfi Haris, SH M.Hum menyebutkan dalam pertemuan ini akan dibahas kajian hukum status tanah agar di Kabupaten Batu Bara, dengan harapan tidak kejadian seperti saudara Melayu kita di Rempang Kepulauan Riau.

Kegiatan Hari Bertanjak ini ditutup dengan doa bersama untuk saudara Puak Melayu yang ada di Rempang Kepri. (firs)

- Advertisement -[the_ad_placement id="iklan-diabwah-artikel"]

Berita Selanjutnya

[gs-fb-comments]
- Advertisement -[the_ad_placement id="sidebar-1"]

Juga banyak dibaca